Selasa, 05 Maret 2024

Program Tabungan Menarik di Bank Sinarmas

Bank Sinarmas 

KC Pengayoman Makassar

2024


Program Tabungan Menarik

SIMAS DOUBLE UNTUNG (SDU)


Hold 3 Bulan Bunga 6%


500jt --> Bunga 6jt (nett)

1M --> Bunga 12jt (nett)

2 M --> Bunga 24jt (nett)

Dst.


Note:

Bunga diterima di depan, diterima di hari penempatan


Aqqal / 082219191921

RM Funding

Bank Sinarmas

KC Pengayoman Mks

Minggu, 03 April 2022

Berakhir di Awal Maret

Semua cerita yang kita jalani sudah semestinya
Bersyukur dengan segala sambutan matahari di pagi hari tetaplah menjadi momen yang selalu dinantikan besok
Apakah kita masih bisa menyaksikan terangnya pagi?
Kita selalu bertanya, selalu khawatir akan janji yang telah pasti
Kita selalu ragu pada diri yang semakin membuta pada sinar

Apakah mngkin semua akan baik-baik saja?
Apakah dengan membiarkan detik semkin berlalu akan menentuan kita?
Semakin memperjelas takdir kita!

Aku lelah berdiri disini menanti pagi yang Tuhan janjikan,
Aku lelah menatap pagi yang memudar dibalik rintik hujan
Yang semakin mengharuskanku berteduh

Aku lelah menatap lebih jauh langit yang mataharinya tak terlihat lagi.
Aku menyerah!

Minggu, 29 Agustus 2021

Ohne~



Tentang melupakan, meninggalkan beberapa hal yang terasa canggung

Menganggap apa yang seharusnya terjadi sedang di ambang titik balik.

Semua yang telah diinginkan, mengalir ke daratan cerita yang jauh di bawah sana

Semua yang bermula seolah ditepis oleh satu pikiran yang telah memudar

Semua yang telah dinanti, menunggu mukjizat untuk terkabul


Tentang menunda, membiasakan diri pada keputusan yang tiada akhir

Membiarkan diri menebak-nebak berita nanti yang tak kunjung jadi nyata

Selalu terpendar perasaan ragu pada semua rencana yang katanya manjur

Selalu ada kata yakin bahwa semua akan baik-baik saja

selalu pada akhirnya berputar pada cerita yang sama di masa yang berbeda


Tentang bertahan, membiasakan diri dengan cerita yang sudah biasa seperti kemarin

Berusaha yakin dengan apa yang ada hari ini, dan besok akan lebih baik

Walau pada akhirnya kemarin sama saja dengan hari ini

Pagiku sama, malamku tak kunjung lebih lama

Selalu ku sambut pagi dan malam dengan doa yang hampir sama dan berulang

Selalu berusaha percaya bahwa besok akan ada berita lain

Selalu berdiri di tempat yang sama


Tentang menyerah, menerima segala keadaan yang tak pernah bisa terjadi

Menerima diri yang semakin jauh dari ribuan cerita baik yang paling diingini

Selalu tahu akan hasil akhir sebelum bertarung

Selalu tahu dengan konsekuensi yang sudah pasti akan terjadi


Pada akhirnya, semua ini bukan tentang melupakan, menunda, bertahan, apalagi menyerah

Ini semua tentang membiarkan waktu memilih takdir dan menyimpan kenangan

Yang entah akan memudar, atau mungkin saja akan menguat di beberapa musim

Walau bahkan semua sudah tahu, hal yang baik tidak akan datang dengan sendirinya

Hal baik akan datang beriringan dengan usaha yang lebih baik

Hanya saja, usaha tak harus selalu yang sama dikatakan oleh banyak orang

Terkadang diam dan mengamati dari kejauhan adalah usaha yang lebih baik dalam memantaskan diri

Selasa, 20 Juli 2021

Yang Hanya Ada Padamu




Semua yang berawal pada kita
Seolah tanpa akhir yang ter-impikan
Semua yang ada padamu
Selalu menjadi kagumku yang tak berbatas
Semua yang kunantikan di sepanjang pergantian detik
Adalah tentangmu yang jauh dari sentuhanku
Namun hadirmu, membayar lelah yang selalu kukeluhkan

Di antara banyaknya kata yang pernah kudengar
Rindumu adalah kata yang tak ingin kudengar
Di antara semua hari yang kuselami
Keberadaanmu adalah hari yang terbaik
Di antara banyak mimpi yang melanda tidurku
Memimpikan tentangmu adalah yang sangat kunanti

Mungkin terlalu banyak janji di antara kita
Terlalu banyak mimpi sebelum kita bersama
Terlalu banyak cerita yang harus kita lukis
Sebelum nyata melukiskan tentang kita
Terlalu sering aku khawatir, tentang sebuah rasa yang harus bertahan
Terlalu sering aku khawatir, tentang sebuah janji yang tak berisyarat

Semoga saja semua waktu akan membawa kita pada dimensi yang sama
Membawa setiap janji tetap abadi hingga saatnya
Walau kita sama-sama tahu, tak ada janji yang tak terurai

Jumat, 22 Januari 2021

Di Musim Ini




Katanya suka matahari, tapi kena sinarnya kamu ngeluh
Katanya suka hujan, tadi hujan tapi malah neduh
Terus kamu bakal apa kalo suka aku?

Mungkin dia sudah menemukan pelanginya,
Dan tugas payung telah usai
Hujan mu sudah reda, jangan lupakan aku ya?

Aku pernah menjadi orang yang paling cemas,
Sebelum jadi orang yang paling ikhlas

Pernah kupikir,
Tak peduli sebaik apapun berpamitan,
Akhirnya tetap menyakitkan

Saling mengenal bukanlah hal yang direncanakan 
Tapi menaruh rasa mungkin adalah sebuah kesalahan

Kita hanya setumpuk momen,
Yang begitu kabut untuk sebuah komitmen

Pada akhirnya aku mencintaimu sederas hujan,
Dan kau lebih memilih untuk berteduh
Di musim ini

Jumat, 18 Desember 2020

Isyarat Juni


Kita selalu percaya, musim berganti tanpa aba-aba
Hadir semaunya, pergi tanpa pamit
Cerita hujan selalu diyakini dengan basah
Cerita terik pun kita percaya pada basah
Keringat

Sering hadir lelah di banyak masa
Seolah membaur dengan kebiasaan hidup yang terus melaju tanpa ampun
Kebiasaan angin yang menghembus ke pelupuk muzon
Menjelajahi rerimbun pohon di segala gunung
Merangkak menuju ozon
Hingga menjadi kabar air di daratan tempatku berdiri

Kita akan selalu sama-sama menunggu
Juni adalah saat yang paling menggelisahkan
Memaksa batin menerka-nerka tentang hujan
Walaupun sejujurnya kita tahu, tetap akan ada hujan
Walaupun kita tahu, hujan tak perlu kita nanti
Pun perkara hujan tak mengenal siapa pun
Tak mengenal kasta, tak memamdang waktu untuk membasahi
Semaunya, namun selalu ada rindu dibalik dingin yg hadir

Semua selalu rindu pada hujan, semua mahluk
Tapi pada akhirnya hujan bukanlah sesuatu yang selalu berarti
Membawa kita hanyut, tenggelam dalam angan
Sejauh Juni, menjelajahi waktu hingga Desember
Desember memang basah, seperti yang diisyaratkan oleh Juni
Dan tetap saja kita selalu berharap, semoga ini bukanlah menjadi Desember terakhir


Senin, 07 Desember 2020

Selayang Embun di Seperempat Akhir Malam



Aku tak pernah tahu, di daun mana setiap tetes embun akan menetap, lalu mengering

Semenjak malam mulai berbintang, tak pernah kuukur basah yang menjelajahi seperempat akhir kegelapan

Yang kutahu, saat pagi akan selalu ada daun yang penuh dengan embun

Itu pasti, dan tak terukur

Ranting pun tak bisa bercerita apapun tentang segala hal yang terjadi di dekatnya

Aku mulai tahu, bahwa segalah hal yang berdampingan, tak selamanya akan saling tahu, bahkan mungkin pura-pura tak tahu saja

Hari-hari hanya berganti dengan kisah yang sama, entah daun atau ranting besok akan terbasahi oleh embun yang mana?


Sebenarnya, banyak yang tak harus dijelaskan

Yang mungkin hanya tahu tentang basah, tapi belum mengerti tentang dingin

Apa yang terjentik air pun tak selang begitu lama dikeringkan oleh matahari pagi

Riwayat embun hanya berlalu, bercerita dalam hitungan menit, bahkan hanya mengering dengan hembusan angin

Ini menjadi kisah pagi singkat yang berakhir seolah tak pernah ada

Entah pada akhirnya malam kembali datang lagi

Fakta yang sama pun kembali tanpa dinantikan


Minggu, 29 November 2020

Pada Di-ri-mu yang Ada Ri



Senja adalah hal yang tak pernah kujanjikan, tapi kau selalu menginginkannya

Pada senja yang hanya pelengkap malam, entah apa yang terkesan di balik matamu

Yang selalu merindu senja, tanpa alasan

Yang hanya menunggu, dengan percaya pada janji

Kepada kalimat yang belum bermuara pada akad


Setiap hari, kita mengulang De Javu, meminta untuk tak lagi kembali pada kebiasaan kemarin

Meminta batin untuk menahan ego, mencari celah untuk memantaskan hati

Bersiap diri utuk hari yang penuh kejutan

Tanpa harus mengulang


Note:

Ri dalam bahasa Italia berartu mengulang, malakukan hal yang sama pada waktu yang berbeda

Sabtu, 29 Agustus 2020

Menunda Sunyi di Antara Resah

See the source image

"Cahayamu bukanlah yang selalu kunantikan, 
tapi hadirmu memberiku banyak kesempatan untuk menunda sunyi."

Selalu ada janji yang berakhir pada kepastian
Selalu ada saat, setiap manusia merencanakan yang terbaik
Tertawa bukan berarti yakin bahwa besok adalah bahagia
Menangis bukan karena lemah
Momen itu akan datang ketika kita tak tahu di balik rencana 
Hanya dengan bersyukur, maka segalanya akan tetap berarti

Resah membawa sebagian air mata di ujung-ujung cerita yang dikandung janji
Ikatan yang dinantikan akan selalu menjadi perjuangan 
Ketika malam datang, saatnya berpikir apakah besok masih ada pagi, seperti tadi
Angan-angan melambung di antara bayangan dahan yang menutupi tubuhku

Aku selalu tahu bahwa ini bukan hanya sekedar rencana
Mahluk lain di sekitarku selalu membiski yang terbaik, sebagian diantaranya mengoceh tentang suramnya janji
Aku hanya pura-pura tak mendengar semua yang tak kuinginkan
Lalu mencoba berkhayal tentang nanti yang kita nantikan, melupakan resah yang kita resahkan
Ingin rasanya kuselami malam yang selalu mengusik tidurku
Andai saja dalam pikirku terlihat, semua diamku akan sia-sia

Ramahnya bulan belum begitu menyilaukan pandangan ku ke titik terjauh di atas langit
Untuk tujuan yang entah kemana tak berujung
Selalu aku bingung sendiri dengan narasi-narasi yang kuceritakan dalam nalar
Lantas sejauh mana aku harus melihat?
Apa benar-benar akan ada sebuah titik yang bisa mengakhiri pandanganku?
Nanti, titik itu harus benar-benar kutemui, sebelum malam menyambut pagi

Jumat, 28 Agustus 2020

Kau, Hariku




Aku tak ingat sudah berapa lama kita berjalan

Di antara siang dan malam yang memikul waktu

Kita selalu tersenyum diantara bersama dan di antara jarak

Walaupun tak selamanya


Kita selalu belajar tentang kehilangan

Walaupun bagiku kau tak akan pernah hilang, mungkin aku hanya tak menyapa


Kau selalu khawatir menanti pagi yang tanpa mentari

Yang walaupun semendung apapun, nyatanya pagiku dan pagimu akan sama-sama cerah, bahkan terik

Kadang kupikir terlalu terik, hingga kurasa perlu berteduh di sebuah persinggahan, sekedar menghilangkan dahaga


Aku selalu menunggu waktu itu, waktu dimana kita menyaksikan langit senja dengan damai

Yang tanpa hujan

Tanpa ada ingatan yang mengiris ingatan

Aku hanya ingin semua ingatan begitu damai, dan tak membuatku selalu rindu


Rabu, 15 Januari 2020

Pada Akhirnya

Kita boleh-boleh saja beranggapan jika hari ini mungkin hari baru. Walaupun setiap hari tetap 24 jam, kadang kita lengah menghitung detik. Kemarin dan hari ini akan selalu berbeda. Bahagia, senyuman, tertawa, melompat lebih tinggih, bahkan pada akhirnya harus menangis. Iya, kadang ego membisikkan bahwa hari sepenuhnya milik kita, tapi sebenarnya itu kurang tepat. Perihal itu semua, kadang waktu yang tersisa kita biaskan dengan berharap hari yang sama dengan yang lain, tanpa kita sadar juga, mungkin hari kita adalah sebuah mimpi untuk yang lain. Bersyukur, kesedihan sering membuatku belajar, banyak belajar. Bahwa sedih itu kadang harus dinikmati sendiri, tak perlu dibagi, pada siapaun itu. Bukan karena semua itu sakit, bukan. Aku hanya lebih banyak bersyukur dengan sebuah pelajaran baru, bahwa wawasan manusia memang terbatas, perlu untuk terus belajar, bukan hanya persoalan materi, persoalan hati pun sepertinya harus.
________________________________________
Aku selalu bersyukur jika memiliki perasaan yang tak terbatas. Sebut saja itu baper, tapi malah malu. Mataku berusaha membelot dari kenyataan yang kuterawang, tapi tetap saja kikuk pada beberapa hal. Untungnya mengenai persoalan hak, aku begitu tau, itu tak perlu kupersoalkan. Persoalkan pada diriku? Apa harus? Aku hanya khawatir tersesat disana, dan tak tahu jalan pulang. Saat ini kuakui, agaknya memang tersesat di dalam pelukan sangkar yang gelap. Tak tahu harus berkiblat kemana, untuk keluar dari kesesatan itu, karna sejujurnya di sini pun, kukira adalah kiblat. 

Rabu, 11 Desember 2019

And Then

Bukan persoalan ingin berhadapan dengan tantangan. Bagiku, inilah seni hidup. Tak perlu benar-benar menjadi seniman, tapi cukup dengan bisa memaknai seni, untuk diri pun itu. Ketika ada jeda waktu yang mengerami siang dan malam, biarkanlah diri melihat kenyataan nanti. Beberapa cerita terkias dalam kemalu-maluan, tak mau membuka katup bibir demi mengalirnya perasaan yang menyelinap.

Jumat, 06 Desember 2019

No Title

Image result for anonim"
Sampai hari ini, cerita tentang hidupku masih berlanjut. Terima kasih kepadaNya, benar-benar telah kulalui berbagai proses hingga ada sosok aku kini. Beberapa potret kehidupan telah terpampang nyata dalam setiap sekat pikiran ku, mungkin itu sebuah modal untuk menyelesaikan waktu yang tersisa di depan. Iya, seperti orang-orang lain dengan kehidipan sehari-hari mereka, aku masih barjuang.

Sabtu, 30 November 2019

Bingkai di dalam Cermin

Image result for bingkai dalam cermin"
Seketika
Di antara semua langkah, ku tak peduli suara
Di depan ku hanya ada aku yang menatap lesu
Membayangi diri
Ingin rasanya kubalik semua sentuh
_______________________________________
Sepanjang hati berbicara pada mata
Tak ada riuh yang bergemuruh diantara diam
Semua seolah terbawa ke dalam dimensiku sendiri
Yang tak pernah terjabah oleh mahluk lain sepertiku
_______________________________________
Iya, aku adalah mahluk
Yang kudefinisikan pada diriku dan untukku sendiri sebagai jeda
Di antara semua cerita yang laiknya kusalin dari mimpi yang belum terjabah
Entah mahluk apa itu, hanya saja, memberiku rasa dengan yang lain
Merasa ingin, tetapi harus meninggalkan di kala harus
Karena harus
Karena harus
_______________________________________
Di dalam sana, di seberang sana, memang tidak berbeda di atas mata
Pandanganku pun merasa tahu tentang siapa mahluk yang aku
Kubingkai diri di antara empat jari yang kulakukan semauku
Di luar bingkai, ada banyak cerita kehidupan yang menanti
Hanya saja cerita itu laiknya tak indah lagi, jika tersentuh oleh kakiku, mungkin
_______________________________________
Ini bukan tentang ragu
Lebihnya, sebuah tanggungan hidup yang tercatat rapi
Bahwa dimensiku berbeda
_______________________________________
Bukan tentang strata atau kasta yang membuatku memilih
Sejatinya, aku tak memilih
Aku hanya takut membawa kita di dalam satu bingkai yang sama, yang bukan cinta

Minggu, 06 Oktober 2019

Dialegtika Setengah Hari

Image result for setengah hari"

Di sepenyambut langit biru pagi ini, mata terasa peka pada silau yang semakin memanjat
Tumbuh subur cerita duka yang menyelimuti ego terbilas rasa
Sepertinya Tuhan telah menempatkan hariku di antara harinya yang begitu damai
Memaksa batin berbincang dengan jiwa yang tak mampu menerima dunia
________________________________________
Cerita indah memang tak selalu membayangi mimpi
Semua yang kita cari, bukanlah berarti akan kita temukan dia antara ingin
Semua yang kita cari, menjadi rindu
Tak bertuan pada apapun yang di-Tuhankan
Ia hanya merekah pada cerita yang selalu mengalir diatas ktidakpastian
Iya, dan hari ini begitu melelahkan
_______________________________________
Wahai malam di antara sunyi
Sudah berapa alur yang kusambut dengan damai
Tak satupun yang menyetubuhiku dengan nikmat
Apakah rasa yang kau beri sudah tak lagi untuk kutinggali?
Biarkan ku yakin pada janjiMu

Jumat, 27 September 2019

Ku-Malah-Sari

Image result for kartini"

Ku tunaikan sebuah pinta tentang arti sebuah menetap
Ku damaikan segala tanya tentang angan yang terbawa pendar
Ku saksikan sebuah rindu yang menahan diri di suatu senja
Ku tatap ssgala tapak yang menanti kemenangan
Ku tertahan pada sekalimat janji yang tertopang ragu

Ku menanti

Malah malam semakin panjang tak berujung
Malah hujan begitu lelap mengiringinya
Malah angin serasa berisik tak memberi ruang untuk tenang
Malah sunyi serasa merenggut sebagian dari mimpiku
Malah mata semakin tak sanggup melihat warnamu
Malah hasrat seolah mati terbawa gelisah
Malah cerita memaksa hati terjerat pada sebuah ingatan
Sari dunia yang kau janjikan seolah luntur
Sari suka kini tak berpolar dalam irama malam syahdu

Selasa, 24 September 2019

Bulan Sedang Telanjang Malam Ini

Image result for purnama"

"Di bilik ragu, sering ada tanya, ada apa di atas sana"
Banyak kabar dari penjuru barat bahwa Apolo seenggaknya menuntaskan penasaran banyak umat, katanya
Tapi, di sela-sela barisan itu, kuingin sebuah penjelasan detail, bukan bukti
Hanya saja, portal waktu tidaklah mengizinkan, apalagi ucapanmu mampu ku dekatkan di telinga yang agak tuli ini
Tak perlu begitu tergesa-gesa, di zamanku ini tak perlu meminta siapa pun menjadi hebat, ini hanya zamanku saja, sementara.
Wahai malam, mengapa kini kau masih tetap tergesa-gesa.
Disini sudah cukup ramai dengan liukan angin yang kadang menusuk hingga ke pori-pori, belum lagi asap yang menyesakkan hingga ke bronkeolus, juga ombak yang sekarang sudah menghapiri Himalaya
Terlalu deras, memang.
Malam, perihal rindu yang kau sembah bersama siang, hadirmu tak kuinginkan, namun nyatamu terpampang di pelupuk mataku, hampir setiap waktu
Kau tak perlu memberi isayarat, siapapun sudah memahaminya.
Cukuplah hari kemarin dengan bintang yang sering kunantikan jatuh diantara leluconmu yang sedikitpun tak mengundang tawa
Cukuplah.
Bulan tak perlu jadi leluconmu di hari esok.

Minggu, 23 Juni 2019

Aku Tak Marah

Aku tak marah
Saat kau memilih pasrah
Pada keadaan yang terlalu jalang untuk bisa kita ubah

Aku tak marah
Saat akhirnya kau memilih menyerah
Meninggalkanku seorang diri
dengan setumpuk kebahagiaan yang kau bawa pergi

Rindu Sejati

Image result for rindu"

Jikalau dulu pernah ada rindu. Kita sama-sama tau itu sudah purba. Bukan kubiarkan membekas, ia teringgal seperti cacar di masa kecilku. Bukan tentang tak mau untuk kembali, karena kutahu waktu yang terbaik untuk bersama. Kalau memang Tuhan masih mempertemukan hati kita.
Berharap ada jalan yang berbicara, namun akan ada senyap, karena cinta tak hanya membutuhkan kata. Tak cukup cinta dalam perjuangan hidup bersama.
Menerima sisi misteriusku tidaklah semudah langit menurunkan hujan. Hujan pun tahu itu pedih, tak seindah genangan hujan yang tertinggal di lubang2 jalan.
Rindu ini telah purba. Dunia kita seakan berbeda dalam waktu sekejap. Diri ini pun tak tahu akan menemukan kesejatian hidup.

Jumat, 02 November 2018

Kau Malam ?

Malam tak mencarimu, ia hanya hadir semaunya, tanpa pernah tau masih banyak cerita yang ingin kau lanjutkan
Malam tak pernah pamit, ia hanya pergi tanpa wasiat
Senyap di dalam ruang, tanpa rasa dan rona, memberi mata ilusi pada waktu